Selasa, 22 Oktober 2019

Jodoh adalah cerminan diri sendiri

Lawan jenis yang pernah datang di kehidupan kita adalah sebuah ujian bagi diri kita dan mungkin menjadi sejarah yang tak pernah terlupakan. Bahasanya disebut dengan 'pacaran'. Pacaran bukan menjadi pokok dalam mencari jodoh. Pacaran hanya sekedar memadu kasih tanpa ikatan suci pernikahan. Sebagian lawan jenis yang kita temui dan yang kita sempat memiliki, hanyalah gambaran pasangan hidup yang mungkin nantinya kita akan memilikinya di masa depan. Tidak peduli berapa banyak kita berganti pasangan, namun hanya sedikit pasangan yang serius untuk menikah yang pada akhirnya membangun rumah tangga sampai hari tua. Mencari jodoh bukan ajang untuk coba-coba atau perlombaan bergengsi.

Banyak sekali orang yang mencari pasangan dengan berpacaran agar dapat menemukan pasangan yang tepat bagi dirinya. Salah satu alasannya adalah saling menyukai satu sama lain. Tapi efek dari pacaran akan menimbulkan kebosanan dan rasa tidak nyaman kepada pasangan seiring berjalannya waktu. Pada kenyataannya, banyak pasangan yang memilih pacaran namun gagal pada akhirnya. Rasa yang tertinggal hanya dosa, kekecewaan dan penyesalan yang berharap semuanya tidak pernah terjadi. Kerap kali pacaran hanya mempertemukan bukan untuk mempersatukan. Tak sedikit mereka yang berpacaran yang pada akhirnya menjadi tamu diacara pernikahan masing-masing. Maka dari itu, marilah kita belajar untuk menjadi orang yang selalu menjaga diri agar menjadi orang yang lebih baik dari orang-orang yang pernah hadir di hidup kita. Buatlah dirimu pantas dinikahi bukan untuk dipacari.

Allahﷻ berfirman dalam Al-Qur'an :

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allahﷻ menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allahﷻ memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allahﷻ yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allahﷻ
selalu menjaga dan mengawasi kamu.”[QS.An-Nisaa:1]

Kebayaakan remaja sekarang sudah kelewat gaul sehingga hilang rasa malunya. Para orang tua yang kurang membekali nilai-nilai agama, sopan santun, cara memilih teman dan pengendalian diri kepada anak-anaknya sewaktu kecil sampai remaja. Padahal orang tua harus berbagi pengalaman hidupnya untuk pembelajaran bagi masa depan anaknya.

Banyak yang bilang fisik itu lebih utama dalam mencari jodoh. Tapi tidak bagi orang-orang yang sudah menemukan jodohnya lalu segera menikah. Meskipun belum menikah tapi belajarlah dari pengalaman orang lain yang sudah menikah, jangan sampai kita terjebak dalam hal sulit dalam membangun rumah tangga.

Banyak waktu berharga yang akan terbuang atau terlewat sia-sia hanya untuk mendapatkan pasangan terbaik tapi justru kita berhubungan dengan orang yang salah hanya karna terbawa perasaan suka. Alangka baiknya, semua waktu yang akan digunakan untuk berpacaran diberikan kepada jodoh yang ditakdirkan untuk kita memilikinya disepanjang hidup kita. Bila sudah terjadi anggaplah itu suatu pembelajaran agar kita tidak mengulangi kesalahan yang mungkin bisa fatal di kemudian hari. Pokok utama mencari jodoh yang baik adalah mempersiapkan diri jauh lebih baik dari orang-orang yang ada disekitar kita. Dalam hidup ini kita tidak diminta berlebihan dalam hal berhubungan kecuali dengan pasangan hidup kita yang sah dimata Allahﷻ dan keluarga kita.

Allahﷻ berfirman dalam Al-Qur'an :

“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik."[Qs. An Nur:26]

Seharusnya bila jodoh kita belum begitu jelas ada baiknya kita mengontrol diri kita dengan mengisi hal-hal yang positif. Waktu sangat begitu singkatnya dalam hidup kita di dunia. Aktivitas bisa dilakukan seperti memperbanyak membaca dan menghafal ayat-ayat Al-Qur'an serta memahami maknanya. Perbanyak melatih kemampuan diri yang mungkin bisa menghasilkan karya yang berharga daripada kita hanya mencari pasangan hanya untuk main-main saja. Dalam memilih jodoh, yang dicari buka persamaan tapi perbedaan untuk saling melengkapi satu sama lain. Bila sudah memiliki jodoh dan sudah siap lahir serta batin maka segeralah menikah agar tidak terjadi fitnah bagi keduanya.

Rasulullahﷺ bersabda :

“Apabila datang kepada kalian siapa yang kalian ridhai akhlak dan agama nya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak kalian lakukan, niscaya akan menjadi fitnah dan muka bumi dan kerusakan yang luas.”[HR. Al-Hakim]

Dalam memilih pasangan, pililah karna agamanya terlebih dahulu, kemudian ibadahnya dan akhlaknya. Biarlah kita tidak pacaran, tapi kita bisa menjaga diri kita dari hal yang tidak baik serta  ibadah kita semakin meningkat. Pacaran banyak menimbulkan keburukan dan hanya penyesalan yang akan terus menghantui kita setiap saat bila impian tidak sesuai kenyataan.

Rasulullahﷺ bersabda :

"Wanita dinikahi karena empat perkara. Pertama hartanya, kedua kedudukan statusnya, ketiga karena kecantikannya dan keempat karena agamanya. Maka carilah wanita yang beragama (islam) engkau akan beruntung.”[HR.Bukhori, Muslim, Al-Nasa'i, Abu Dawud Ibn Majah Ahmad Ibn Hanbal, dan al-Darimi]

Yakinlah bila saatnya tiba jodoh kita tidak akan pernah tertukar dan jodoh kita adalah pilihan yang terbaik dari Allahﷻ. Hal yang pasti adalah jodoh kita tidak jauh beda dari diri kita sendiri. Perbaiki kesalahan-kesalahan kita dan banyak menebar senyum kepada orang lain. Mendekatlah kepada yang menciptakan diri kita dan jodoh kita yaitu Allahﷻ . Insyaa Allah jodoh yang kita nanti, akan mengahapiri kita tanpa kita sadari. 

~muchamad ismail Al marzuki
   Edited db.co

Rabu, 16 Oktober 2019

JANGAN KHAWATIR DENGAN REZEKI

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,
“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti dengan rahmatNya membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu..

Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar,
Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya DUA JALAN REZEKI yang lain [yakni dua puting susu ibunya], dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat..

Lalu ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Allah membuka EMPAT JALAN REZEKI lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya; yaitu dua makanan dan dua minuman. Dua makanan = dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman = dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya..

Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun Allah Ta’ala membuka baginya jika dia hamba yang beruntung DELAPAN JALAN REZEKI, itulah pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki..

Dan begitulah Allah ta’ala, Dia tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhol dan lebih bermanfaat baginya. Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, untuk memberinya bagian yang mulia dan berharga.”

```[Al Fawaid, hal. 94, terbitan Maktabah Ar Rusyd, tahqiq: Salim bin ‘Ied Al Hilali]```

Dibroadcast ulang : BerbagiKebaikan

Senin, 07 Oktober 2019

Untukmu yang sering menerima kekecewaan

Ingatlah tujuan hidupmu, semua yang kau miliki pasti akan pergi, tujuan hidup bukan hanya untuk merasakan kebahagiaan tapi untuk merasakan juga yang namanya kekecewaan.
Jangan jadikan juga kekecewaanmu sebagai beban yang teramat panjang, berusaha bangkit walau di kecewakan dan harus selalu memaafkan, karna memaafkan adalah hal yang paling mulia di hadapan Allahﷻ .

Selalu ingatlah Allahﷻ kapanpun, bahwasannya orang yang pandai mencari Allahﷻ maka akan terasa ringan suatu kekecewaan.

Belajarlah kamu untuk menjadi orang yang bisa memaafkan orang yang pernah mengecewakanmu , buatlah rasa kecewa yang kau terima untuk membuatmu menjadi semaikin kuat, jangan jadikan kekecewaan itu menjadi beban, biasakan dirimu untuk di kecewakan, dunia mungkin tak terlalu baik menyediakan orang orang yang tak mengecewakanmu. namun kau bisa menjadi baik bagi dunia dengan menjadi orang yang selalu mensyukuri kekecewaan yang kau terima dan menjadikan kebahagian bagi dunia.


Tak semua hal yang buruk membuatmu tak bisa berkembang, justru dari hal yang buruk kau tau mana yang baik, dari hal yang buruk juga kamu bisa tau bagiamana kamu bisa berbenah diri. Begitu juga kecewa tak selamanya buruk untukmu, kamu akan sering di kecewakan tapi aku berharap kau tidak berusaha mengecewakan orang lain.

Jadilah diri sendiri jangan pernah mengecewakan orang lain saat seisi dunia mengecewakanmu.
Selalu ingatlah di setiap kekecewaanmu
Allahﷻ sudah mempersiapkan berbagai hikmah.
Tidak ada satu masalahpun yang tak berhikmah semua pasti ada hikmahnya.

Db.co

Selasa, 01 Oktober 2019

Untuk yang sulit berdamai dengan masa lalu,

Jangan jadikan pikiran mu semakin tersiksa hanya karna masa lalu yang tidak memberikan mu kebahagiaan, berhentilah dari sekarang mencari lembaran-lembaran lama yang seharusnya sudah di lupakan dan seharusnya ada di tempat daur ulang.
Berusaha lah berdamai dengan masa lalumu sendiri, karna semakin larut kau dalam tulisan yang kau tulis bahkan tulisan mu tidak rapih dan tidak mengenakan ketika di baca, jangan jadikan dirimu sebagai orang yang gagal hanya karna sulit membuang sebuah lembaran yang tidak ada artinya. Jika kau memiliki pasangan, tolong hargai juga dengan masa lalunya, berusaha lah berdamai dengan masa lalu orang lain, jika pasangan mu sudah bisa berdamai dengan masa lalunya dan benar-benar membuang semua lembaran yang sudah menjadi sampah, jangan kembali kau sengaja cari lembaran tersebut walau sudah berada di tempat sampah dan tulisannya pun memang sudah tak dapat di baca. Semua orang ingin berdamai dengan masa lalu, dan bagaimana cara kita si pembuat lembaran tersebut benar-benar mengaharapkan lembaran tersebut menjadi sampah yang kita sendiri merasa jijik untuk membukanya. Berhenti lah menyiksa diri dengan mencari lembaran masa lalu diri sendiri dan pasanganmu.
Hargai juga pasanganmu yang berusaha membuang lembaran masa lalu nya dan masa lalumu, dan jangan ketika semua baik baik saja seketika kau ingin kembali mencari sebuah lembaran tersebut.
Yang lalu biarlah berlalu, apa yang kau tulis dahulu biarlah menjadi tulisan yang bermanfaat pada masanya, sekarang fokus lah dengan lembaran barumu, tulis dan hayati lah setiap tulisanmu perkata nikmati lembar-lembar kehidupan baru dengan rasa syukur apa yang sekarang kau tulis, hargai setiap perjuangan tulisan-tulisan indahmu jangan kau nodai pula lembaran mu dengan coretan coretan yang tidak pantas dan tidak baik menurutmu, siapkan lah lagi lembaran berikutnya dan pikirkan lagi apa yang mau kau tulis sejatinya itu adalah lembaran masa depanmu.

Db.co