Ini pandangan saya sebagai mahasiswa yang bodoh tak berakal dan tak berilmu soal "mengritik kebijakan pemerintah",
Ini bukan lah lagi menyangkut polemik pro dan kontra tapi pengujian setebal apa iman mu menghadapi jaman yang penuh fitnah, sebelumnya saya pernah share tentang fitnah dan ujian yang belom baca nanti saya sharing lagi. Pemerintah punya wewenang dan kebijakan baru atas pemerintahannya, baik dan buruk ya kita ikuti aturan itu sebagai bentuk ketaatan kita ke pemerintah. Silahkan aspirasikan suaramu tapi jangan lebih dari yang agamamu ajarkan, islam tidak mengajarkan pemberontakan perusuhan dan kerusakan di muka bumi.
Sebuah keputusan yang di ambil pemerintah kelak akan ada timbangan di akhirat menurut kita baik dan menurut kita gak baik itu akan di timbang, Allah maha mengetahui baik buruknya, suatu hal yang buruk belum tentu buruk, dan sesuatu yang baik belum tentu juga baik menurutmu. Semua sudah ada pertanggung jawaban. Sohibul saya pasti tau dahulu saya di barisan mana. Dari sini jelas betapa pentingnya sebuah ilmu agama, kita geser dahulu perdebatan dunia dan kita pegang teguh saja karna kita beragama yang baik, "jangan kita taunya hanya makan tanpa kita tau apa yang di masak, beragama tidak seperti itu, tidak hanya karna ikut-ikutan tapi kita juga harus tau apa yang kita makan ini bahan-bahan nya seperti apa sumbernya dari mana harom atau halal" semisal yang memasak dahulu menaburi racun dalam masakan itu apa antum tau kalau gak mencari tau ? Ini masuk lagi perkara mencari kebenaran dalam beragama, bukan taunya pembenaran apa yang antum yakini tapi tidak tau apa dan sumber-sumbernya, kita ini diwajibkan mencari kebenaran bukan pembenaran. Sama halnya ucapan, kalo kita ini lahir dari kalangan islam pada umumnya jadi ya kita ikuti apa yang sudah ada sejak dahulu kakek nenek moyang, emang antum tau itu benar atau salah kalau antum tidak mencari kebenaran ?
Jazzakumullah khairan katsiran semua saudara/i seimanku.